Usaha Kecil dan Menengah ( UKM ) Salah Satu Tonggak Ekonomi Indonesia
Penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh usaha kecil dan menengah terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Usaha Kecil dan Menengah merupakan jenis usaha beskala kecil dan berdiri sendiri. Perkembangan UKM hingga saat bisa dibilang telah mencapai puncaknya. Banyak yang ikut berperan serta dalam memajukan usaha ini, misalnya saja berbagai Bank yang meminjamkan uang sebagai modal, serta peran dari pemerintah yang juga mempermudah terciptanya UKM dengan berbagai pembinaan dan kebijakannya. UKM di Indonesia menyumbang 60% dari PDB dan menampung 97% tenaga kerja. Dalam pembetukannya dibutuhkan beberapa kriteria yakni sebagai berikut, UKM merupakan milik Warga Negara Indonesia, berbentuk usaha orang perorangan atau badan usaha yang tidak berbadan hukum atau badan usaha yang berbadan hukum termasuk koperasi, dapat berdiri sendiri dan memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000. Usaha Kecil dan Menengah tidak lepas pula dari pungutan pajak, meski usaha tersebut tergolong jenis usaha kecil. Namun dengan demikian Pemerintah menetapkan beberapa kebijakan dan peraturan yan tentunya tidak memberatkan para pengusaha kelas menengah kebawah ini. Dengan adanya berbagai kemudahan untuk membentuk suatu usaha, maka akan seakan banyak para wirausahawan baru yang lahir dan tentunya mampu meningkatkan perekonomian di Indonesia.
Jumat, 17 Januari 2014
Kamis, 28 November 2013
TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2(3) TUGAS PERSONAL
- Perhatikan format daftar pustaka pada penulisan
ilmiah (scientific research). Jelaskan dan berikan contoh untuk
masing-masing jenis aturan yang dihunakan dalam penulisan ilmiah,
contohnya Sistem Harvard, Sistem Harvard Modified, Sistem Vancouver,
Sistem Abjad dan Sistem Nomor Urut.
a. Sistem Harvard
Dalam sistem ini, daftar pustaka ditulis secara alfabetis
kemudian dibubuhkan tanda () disetiap penulisan tahun. Selain itu publikasi dari penulis yang sama dan dalam tahun yang sama ditulis dengan
cara menambahkan huruf a, b, atau c dan seterusnya tepat di belakang tahun
publikasi (baik penulisan dalam daftar pustaka maupun sitasi dalam naskah
tulisan).
Contoh dari rujukan buku adalah:
Smith, J. (2005). Dutch Citing Practices. The Hague:
Holland Research Foundation.
Contoh dari rujukan jurnal adalah:
Buller, H. and Hoggart, K. (1994b). The social
integration of British home owners into French rural communities , Journal of
Rural Studies, 10, 2, 197 210.
b. Sistem Harvard Modified
Sistem Harvad (H) dan Harvard Modified (Hm) mempunyai
sedikit perbedaan, apabila dalam metode H dibubuhkan () untuk setiap penulisan
tahun, di dalam metode Hm ini tanda () tidak dipakai melainkan tanda
titik yang dibubuhkan setelah penulisan tahun.
Contoh :
Kaufman-Bühler, W., A. Peters & K. Peters. 1981.
Mathematicians love books. Dalam: Steen, L.A. (ed.). 1981. Mathematics
tomorrow. Springer-Verlag, New York: 121–126.
c. Sistem Vancouver
Sistem Vancouver (Author-Number Style) merupakan
kutipan pada naskah yang diberi nomor berurutan dan susunan daftar pustaka
mengikuti urutan seperti tercantum pada naskah dan tidak menurut abjad.
Contoh :
Feinberg TE, Farah MJ, editors. Behavioural neurology
and neuropsychology. 2nd ed. New York: McGraw-Hill; 1997.
d. Sistem Abjad
Nomor urut mengawali tiap daftar pustaka yang disusun
berdasarkan abjad Sistem H, Hm, atau V. Contoh yang diberikan adalah
Sistem A dengan penulisan aran Sistem Hm.
Contoh :
Varga, R.S. 1970. Accurate numerical methods for
nonlinear boundary value problems. Dalam: Ortega, J.M. & W.C.
Rheinholdt (eds.). 1970. Studies in numerical analysis 2: Numerical
solutions of nonlinear problems. Symposium in Numerical olution of
Nonlinear Problems, Philadelphia, October 21–23, 1968. SIAM, Philadelphia:
99–113.
e. Sistem Nomor Urut
Berbeda dengan sistem A, dalam sistem ini penulisan
disusun berdasarkan nomor urut pengacuan buku dalam skripsi, bukan abjad nama
penulis. Contoh yang diberikan adalah Sistem N dengan penulisan daftar
pustaka Sistem Hm.
Contoh :
Kaufman-Bühler W., Peters A. & Peters K. 1981.
Mathematicians love books. Dalam: Steen, L.A. (ed.). 1981. Mathematics
tomorrow. Springer-Verlag, New York: 121–126.
- Kalian temukan dan deskripsikan ketentuan
penulisan artikel ilmiah dalam publikasi jurnal ilmiah.
Artikel ilmiah adalah naskah asli tentang hasil sebuah
penelitian yang dipublikasikan. Laporannya biasanya ditulis dengan tata cara
tertentu dan dipublikasikan pada jurnal ilmiah yang terpilih dan yang juga
dibaca oleh kalangan tertentu yaitu kelompok masyarakat ilmiah di bidang
tertentu. Pada umumnya, jurnal yang menampilkan makalah ilmiah mempunyai aturan
umum tentang teknik editorial, etika ilmiah, prosedur percetakan, dan
penerbitan.
1.
Judul
Nama penulis pertama
Nama penulis kedua
Alamat penulis pertama (lengkap dengan email)
Alamat penulis kedua (lengkap dengan email)
2. Abstrak
(abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa
Inggris, maksimum 250 kata)
Satu paragraf, memuat tujuan, metode penelitian yang
digunakan, hasil, dan maksimum lima kata kunci.
3. Pendahuluan
Pendahuluan memuat latar belakang penelitian secara
ringkas dan padat, dan tujuan. Dukungan teori tidak perlu dimasukkan pada
bagian ini, tetapi penelitian sejenis yang sudah dilakukan dapat dinyatakan.
4. Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan prosedur dan teknik
penelitian. Antara satu penelitian dengan penelitian yang lain, prosedur dan
tekniknya akan berbeda. Kalau tidak berbeda, berarti penelitian itu hanya
mengulang penelitian yang sudah ada sebelumnya. Tapi bukan berarti harus
berbeda semuanya. Untuk penelitian sosial misalnya, populasi penelitian mungkin
saja sama, tapi teknik samplingnya berbeda, teknik pengumpulan datanya berbeda,
analisis datanya berbeda, dan lain-lain.
5. Hasil Penelitian
Bertujuan untuk mengemukakan hasil penelitian. Secara
umum bagian ini berisi penemuan-penemuan penelitian, penjelasan serta
penafsiran data, dan hubungan data yang peroleh. Menulis "hasil"
harus jelas supaya pembaca tidak mengira penulis telah menyembunyikan sesuatu
atau mengira bagian tersebut terlewat pada waktu pertama kali membaca.
6. Pembahasan
Bagian ini memuat data (dalam bentuk ringkas),
analisis data dan interpretasi terhadap hasil. Pembahasan dilakukan dengan
mengkaitkan studi empiris atau teori untuk interpretasi. Jika dilihat dari
proporsi tulisan, bagian ini harusnya mengambil proporsi terbanyak, bisa
mencapai 50% atau lebih. Bagian ini bisa dibagi menjadi beberapa sub bab,
tetapi tidak perlu mencantumkan penomorannya.
7. Penutup
Bagian ini memuat kesimpulan dan saran. Kesimpulan dan
saran dapat dibuat dalam sub bagian yang terpisah. Kesimpulan menjawab tujuan,
bukan mengulang teori, berarti menyatakan hasil penelitian secara ringkas (tapi
bukan ringkasan pembahasan). Saran merupakan penelitian lanjutan yang dirasa
masih diperlukan untuk penyempurnaan hasil penelitian supaya berdaya guna.
Penelitian tentunya tidak selalu berdaya guna bagi masyarakat dalam satu kali
penelitian, tapi merupakan rangkaian penelitian yang berkelanjutan.
8. Daftar Pustaka
Bagian ini hanya memuat referensi yang benar-benar
dirujuk; dengan demikian, referensi yang dimasukkan pada bagian ini akan
ditemukan tertulis pada bagian-bagian sebelumnya.
- Jelaskan, jika sumber informasi berupa buku atau
majalah, data apa saja yang harus dicantumkan sesuai dengan cara yang
berlaku.
Buku
Dalam Daftar Acuan tidak diperkenankan memakai et al.
artinya “et alii” artinya “dan lainlain”. Semua nama penulis atau kontributor
pada penulisan tersebut ditulis dalam Daftar Acuan, sesuai aturan baku. Hanya
dalam teks, dapat dipakai et al. jika penulis lebih dari dua orang, di belakang
nama penulis pertama yang merupakan entry dalam Daftar Acuan.
Perhatikan “et al.” ditulis selalu dengan huruf italic
(miring) dan setelah “al” diikuti dengan titik, karena ini kependekan dari
“alii” (artinya: “and others”, “dan lain-lain”). “et” artinya “dan” atau dalam
bahasa Inggeris “and” sehingga tidak diikuti dengan titik (bukan kependekan)
Kalau para penulis adalah editor, bukan yang menulis
sendiri, maka di tambah di belakang nama atau
nama-namanya dengan singkatan ed. (artinya “editor”), contoh 1), atau dalam
tanda kurung (contoh 2) sebelum menulis angka “tahun” penulisan. Dalam bahasa
Inggeris dipakai Eds. jika editornya lebih dari satu orang. (Editors)Kata ed
atau eds ditulis dengan huruf miring
Majalah
Contoh : majalah terbitan berkala memiliki identifikasi : Nama
Majalah,, Volume (Isi) dan Nomor Urut untuk setiap Volume, dan keteraturan
terbitan, seperti bulanan (monthly) dengan 12 nomor/volume, kuartalan
(quarterly) dengan 4 nomor/volume dan dua-bulanan (bi-monthly) dengan 6 nomor/volume.
Untuk sumber dari majalah, Volume, Nomor dan nomor halaman-halaman di mana
tulisan itu dikutip, ditulis sebagai berikut:
Vol. XIX, Nomor 6, pp.245-249. Bagi majalah di mana
nomor halaman berjalan dari awal volume (misalnya awal volume XIX No.1), maka
nomor volume tidak ditulis lagi. Nomor Volume dapat juga berupa nomor arab.
Jumat, 25 Oktober 2013
Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2 (2) : tugas kelompok
ISTIANA KHAIRANY (23211744)
NISA NUR HIKMAH (25211188)
NURIYANTI OKTAVIA(25211357)
1. Mengapa fungsi komunikasi bahasa disebut fungsi dasar? Mengapa pula disebut fungsi utama?
- Disebut sebagai fungsi dasar karena, sebagai alat komunikasi bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan orang lain. Secara umum sudah jelas bahwa fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Bahasa sebagai wahana komunikasi bagi manusia, baik komunikasi lisan maupun komunikasi tulis. Fungsi ini adalah fungsi dasar bahasa yang belum dikaitkan dengan status dan nilai-nilai sosial.
- Sebagai sarana komunikasi, bahasa mempunyai fungsi utama. Dimana dapat dijelaskan bahwa komunikasi bahasa ialah penyampaian pesan atau makna oleh seorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat.
2. Apa fungsi alami bahasa dan fungsi buatan!
- Bahasa alamiah yaitu, bahasa sehari hari yang digunakan untuk menyatakan sesuat, yang tumbuh atas pengaruh alam sekelilingnya. Bahasa alamiah dibedakan menjadi dua bagian yaitu : Bahasa Isyarat, bahasa ini dapat berlaku umum dan dapat berlaku khusus. Bahasa Biasa, bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari
- Bahasa buatan adalah bahasa yang disusun sedemikian rupa berdasarkan -pertimbangan akar pikiran untuk maksud tertentu. Bahasa buatan dibedakan menjadi 2 bagian yaitu : Bahasa istilah, bahasa ini rumusanya diambil dari bahasa biasa yang diberi arti tertentu, misal demokrasi (demos dan kratien). Bahasa artifisial, murni bahasa buatan , atau sering juga disebut dengan bahasa simbolik, bahasa berupa simbol-simbol sebagaimana yang digunakan dalam logika dan matematik
3. Apa yang dimaksud dengan metakomunikasi?
- Metakomunikasi adalah suatu komentar terhadap isi pembicaraan dan sifat hubungan antara yang berbicara, yaitu pesan di dalam pesan yang menyampaikan sikap dan perasaan pengirim terhadap pendengar. Metakomunikasi dapat berupa pesan verbal dan non verbal. Contohnya dengan tetap tersenyum walaupun sedang marah
Kamis, 03 Oktober 2013
TES POTENSI AKADEMIK (SINONIM, ANTONIM, ANALOGI DAN LOGIKA)
ANALOGI
1.
NELAYAN : LAUT
A.
Guru : papan tulis
B.
Petani : padi
C.
Karyawan :pegawai
D.
Pelukis : kuis
E.
Penyanyi :
Panggung
Jawab : E
Pembahasan : Nelayan
tempat bekerjanya di laut
Penyanyi tempat bekerjanya di panggung
2.
SAMUDRA
LAUT
A.
Benua :
Pulau
B.
Internasional :
Batas Negara
C.
Kapal :
Nelayan
D.
Negara :
Pantai
E.
Luas :
Dalam
Jawab : A
Pembahasan : Yang lebih
luas dari laut adalah samudra
Yang lebih luas dari ulau adalah benua
3.
KUDA LAUT :
KUDA
A.
Kucing :
Harimau
B.
Banteng :
Sapi
C.
Biawak :
Komodo
D.
Cacing :
Belut
E.
Merpati :
Elang
Jawab : D
Pembahasan : Kuda laut
memiliki kemiripan dengan kuda dan tempat hidupnya berbeda
Cacing dan belut pun memiliki persamaan
bentik dan berbeda pula tempat hidupnya.
4.
....
berhubungan dengan PADI, sebagaimana BUAH berhubungan dengan .......
A.
Kuning -
Merah
B.
Makanan Pokok
- Minuman Pokok
C.
Petani -
Pedagang
D.
Sawah -
Vitamin
E.
Beras -
Biji
Jawab : E
Pembahasan : Beras
merupakan isi padi
Biji merupakan nama dari isi buah
5.
..... berhubungan dengan PUISI, sebagaimana
PEMAHAT berhubungan dengan .....
A.
Khairil Anwar
- Seniman
B.
Syair -
Batu
C.
Baca -
Seni
D.
Penyair -
Patung
E.
Suara -
Gerak
Jawab : D
Pembahasan : Penyair
menghasilkan puisi
Pemahat menghasilkan patung
SINONIM
1.
SAH
A.
Disetujui
B.
Terikat
C.
Legal
D.
Diakui
E.
Undang- undang
Jawab : C
Pembahasan : Sah =
Legal
2.
PERSERIKATAN
A.
Liga
B.
Persahabatan
C.
Legal
D.
Lugas
E.
Lugu
Jawab : A
Pembahasan :
Perserikatan = Liga
3.
PAPARAN
A.
Keterangan
B.
Bahaya
C.
Eksposisi
D.
Gambaran
E.
Ekspos
Jawab : D
Pembahasan : Paparan = Gambaran
4.
Kata – kata berikut yang merupakan sinonim dari
kata REALISASI adalah
A.
Pelaksaan, perwujudan, pergerakan
B.
Manifestasi, perwujudan, penciptaan
C.
Pelaksanaan, perwujudan, manifestasi
D.
Manifestasi, penciptaan, perwujudan
E.
Perwujudan, pergerakan, manifestasi
Jawab : C
Pembahasan : Realisasi
= pelaksanaan = perwujudan = manifesstasi
5.
EPILOG
A.
Kesimpulan
B.
Pendahuluan
C.
Preambul
D.
Penutup
E.
Mukadimah
Jawab :
D
Pembahsan :
Epilog = penutup ( dari kata epilogue yang berarti bagian terakhir dari suatu karya sastra )
ANTONIM
1.
SENIOR
A.
Seiman
B.
Botol
C.
Ekspres
D.
Muda
E.
Junior
Jawab : E
Pembahasan : Senior =
lebih tinggi tingkatnya, lebih matang, lebih tua lawan kata yang tepat adalah junior.
2.
REGRESIF
A.
Agresif
B.
Ofensif
C.
Progresif
D.
Tanggap
E.
Defensif
Jawab : C
Pembahasan : Regresif =
mundur. Lawan kata yang tepat adalah
progresif
3.
AWAM
A.
Khusus
B.
Pandai
C.
Bodoh
D.
Umum
E.
Pakar
Jawab :
E
Pembahasan :
Awam artinya kebanyakan, tidak istimewa. Lawan kata yang tepat adalah pakar.
4.
PREFIKS
A.
Awalan
B.
Akhiran
C.
Imbuhan
D.
Sisipan
E.
Keterangan
Jawab :
B
Pembahasan :
Prefiks adalah imbuhan yang ditambhankan pada awal kalimat. Lawan kata yang tepat adalah akhiran
5.
ABOLISI
A.
Keringanan
B.
Grasi
C.
Pengurangan
D. Pemberatan
E.
Penambahan
Jawab :
D
Pembahasan :
Abolisi artinya peniadaan atau penghapusan pidana. Lawan kata yang tepat adalah pemberatan.
LOGIKA
1.
Ikan A hidup di air tawar.
Ikan C hidup di air laut.
Simpulan yang tepat tentang tempat hidup
kedua ikan adalah
A.
Ikan C ada di tempat hidup ikan A.
B.
Ikan C ada di tempat hidup bukan ikan C.
C.
Ikan A ada di tempat hidup bukan ikan A.
D.
Ikan A ada di tempat hidup bukan ikan C .
E.
Ikan A ada di tempat hidup ikan C.
Jawab : D
Pembahasan : Ikan A
hidup di tempat yang bukan tempat hidup ikan C
2.
Semua hutan ditanami pohon.
Sebagian pohon adalah pohon durian.
Simpulan yang tepat tentang adalah
A.
Semua hutan ditanami phon bukan durian.
B.
Sebagian hutan ditanami pohon bukan durian.
C.
Semua hutan ditanami pohon durian
D.
Semua hutan tidak ditanami pohon durian
E.
Sebagian hutan ditanami pohon durian sebagian
tidak ditanami pohon.
Jawab :B
Pembahasan : Hutan
sebagian ditanami pohon durian, berarti sebagian lagi ditanami oleh pohon yang bukan duria.
3.
Tidak ada bunga mawar kecuali bewarna putih dan
ungu.
Santi menerima bunga bukan putih, bukan
merah.
Simpulan yang tepat tentang bunga yang
diterima oleh Santi adalah
A.
Bunga mawar putih.
B.
Bunga mawar ungu.
C.
Bungan bukan mawar.
D.
Bunga bukan mawar putih.
E.
Bunga mawar bukan ungu dan bukan putih
Jawab : D
Pembahasan : Bunga yang
diterima Santi adalah bukan mawar putih
4.
Semua pelaut adalah perenang.
Sebagian perenang bukan penyelam.
Simpulan yang tepat adalah
A.
Semua penyelam adalah pelaut.
B.
Sebagian pelaut bukan penyelam.
C.
Sebagian penyelam bukan perenang
D.
Semua pelaut adalah penyelam.
E.
Semua penyelam bukan pelaut.
Jawab : B
Pembahasan : Semua
pelaut adalah perenang. Dengan kata lain, setiap pelaut sekaligus sebagai perenang. Jika sebagian
perenang bukan penyelam, berarti sebagian pelaut bukan;ah
penyelam.
5.
Peserta SNMPTN mengikuti Test Potensi Aakademik
(TPA)
Thomas yidak lulus SNMPTN
Simpulan yang tepat tentang Thoas adalah
A.
Tidak mengikuti TPA dalam SNMPTN.
B.
Telah mengikuti TPA dalam SNMPTN.
C.
Bukan peserta SNMPTN yang mengikuti TPA.
D.
Peserta SNMPTN yang mengikuti tes bukan TPA.
E.
Tidak mengikuti SNMPTN dan TPA.
Jawab :B
Pembahasan : Karena
semua peserta SNMPTN harus mengikuti Test Potensi Akademik, maka Thomas pun telah mengikutinya.
Tetapi , ia tidak lulus.
Langganan:
Postingan (Atom)